Total Tayangan

Kamis, 06 Desember 2018

Jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup

Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup

Al-Qur’an, sebagai kitab suci. Adalah panutan dan pedoman bagi seluruh umat manusia. Yang mana, Al-Qur’an ini diturunkan sebagai arahan bagi mereka yang ingin hidup sebagai manusia Robbany.



Al-Qur'an pedoman bagi manusia
Al-Qur’an pedoman bagi manusia

Di dalam Kitab Suci ini, kita bisa mengambil banyak sekali pelajaran jika mempelajarinya. Dan mendapatkan banyak pahala dikala membaca dan menghafalkannya.Tentunya petunjuk bagi mereka yang ingin Mentadabburinya.
Ada banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil di dalamnya. Termasuk, ilmu ilmu dunia. Dan pastinya, pengetahuan tentang Akhirat bagi kita yang ingin mempersiapkan diri. Mempersiapkan diri menghadap Allah, Tuhan seluruh Alam.

Mentadabburi Al-Qur’an

Sebagai manusia biasa, yang mana ilmu kita bisa dibilang masih sangant kurang. Kita belum boleh Menafsirkan Al-Qur’an. Karena, bagi mereka yang ingin menafsirkan Al-Qur’an, banyak sekali persyaratan yang bisa dibilang sangat berat.



Al-Qur'an, adalah pedoman hidup manusia
Al-Qur’an, adalah pedoman hidup manusia

Tapi, ada pengecualian bagi mereka yang ingin men-Tadabburi nya. Tadabbur sendiri adalah serapan kata dari bahasa arab yang berarti merenungkan. Yang mana, Tadabbur ini adalah merenungkan makna makna Al-Qur’an. Sehingga bisa menariknya sebagai pelajaran, kesimpulan maupun sebagai hikmah.
Manfaat mentadabburi Al-Qur’an sangat banyak sekali. Mereka yang mentadabburinya akan merasakan ketenangan. Karena mereka diyakinkan bahwasanya kalau mereka yakin terhadap Allah. Maka, mereka tidak akan merasakan kesedihan maupun ketakutan.
Termasuk salah satu manfaatnya. Adalah, mereka yang sering mentadabburi  Al-Qur’an akan mendapatkan banyak hikmah serta petunjuk dalam menjalani kehidupan mereka sehingga mereka tidak perlu bingung. Serta, Tahu bagaimana mereka menghadapinya.

Mereka yang Menjauhinya

Walaupun sudah jelas mereka beragama Islam. Dan mereka tau bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk hidup bagi mereka. Tidak sedikit dari umat Islam itu sendiri yang meninggalkannya, malas membaca apalagi mentadabburinya.



mereka yang meninggalkan Al-Qur'an
mereka yang meninggalkan Al-Qur’an

Bahkan, di antara kita, banyak yang hanya menjadikannya sebatas pajangan lemari. Dan hanya dibuka setahun sekali. Ada juga dari kita yg bahkan tidak pernah membukanya sama sekali.
Padahal pelajaran yang sangat berharga ada di dalamnya. Pahala yang besar terus mengalir seiring di bacanya. Ataukah mungkin kita merasa bekal kita sudah cukup sehingga meninggalkannya. Ataukah, mungkin kita sudah lupa bagaimana perjuangan Rasulullah beserta Sahabatnya dalam menjaga keutuhannya.
Kerugian dan penyesalan, itulah ganjaran bagi mereka yang meninggalkan AlQur’an di dunia. Dan Neraka di Akhirat. Bagaimana tidak? Kitab Suci yang seharusnya jadi panduan untuk mereka, malah mereka tinggalkan. Yang seharusnya mereka baca, malah hanya jadi pajangan. Maka, celakalah mereka yang meninggalkannya.

Keutamaan Membacanya Bagi Manusia

Mungkin, setelah membaca pragraf di atas. Kita jadi penasaran “ Memang, apa keutamaannya?” atau “ Seberapa pahala yang kita dapatkan”?



Al-Qur'an pedoman hidup bagi manusia
Al-Qur’an pedoman hidup bagi manusia

Perlu kita ketahui, Ada banyak sekali Ayat Al-Qur’an Dan Hadist Rasululah yang menjelaskan tentang keutamaannya. Di antaranya, Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud. Rasulullah berkata “ barangsiapa yang membaca Al-Qur,an satu huruf, Maka dia akan mendapatkan pahala. Dan pahala itu dlipat gandakan menjadi sepuluh pahala. Aku tidak mengatakan Alif laam miim itu satu huruf. Tapi Alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.”
Kesimpulannya, Membaca satu huruf saja dari Al-Qur’an sudah membuahkan 10 pahala. Bagaimana dengan mereka yang membaca satu ayat, ataupun satu Surah. Dan bagaimana bagi mereka yang menammatkannya.
Dalam bacaan Basmalah saja, kita sudah bisa mendapatkan sekitar 30 huruf. Kalau dikalikan 10 maka pahala yang akan kita dapatkan adalah sekita 300 pahala. Lumayan kan? Padahal kita hanya membaca Basmalah saja, dan bisa kita bayangkan besarnya pahala kita jika membaca penuh satu Surah.
Dan salah satu keutamaan membacanya adalah, di Akhirat kelak akan di tempatkan dengan para malaikat. “ Bagaimana dengan mereka yang tidak lancar?” bagi mereka yang belum lancar dalam membacanya. Sesuai dengan jaminan Rasulullah, mereka akan mendapatkan 2 kali lipat pahala membacanya. Kenapa? Karena, mereka mendapatkan pahala bacaan plus pahala usahanya.
Dan masih banyak lagi keutamaan yang lain yang bisa didapatkan dengan membaca Al-Qur’an. Dijelaskan melalui lisan Nabi dan dalam Firman Allah Subhanahu wa Ta’aala.

Bagaimana dengan yang Menghafalkannya ?

Adapun bagi mereka yang menghafalkannya, pasti akan mendapatkan keutamaan yang lebih lagi. Contoh kecil dari itu, orang yg menghafalkanya pasti membacanya lebih banyak daripada yang tidak. Karena, mereka yang menghafalkannya, pasti sering mengulangi bacaan Al-Qur’an yang mereka hafalkan.



manusia butuh pedoman
menghafalkan alquran

Adapun keutamaan khususnya, Di Akhirat, Orang tua mereka akan diberikan mahkota kehormatan. Yang mana, Cahaya yang keluar dari mahkota itu lebih terang dari cahaya Matahari. Nah, Ini adalah kesempatan emas bagi kita yang menyatakan dirinya ingin berbakti kepada kedua orang tuanya.
Dan mereka yang menghafalkan Al-Qur’an. Maka, Allah akan mengangkatnya menjadi keluarganya di bumi. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagai manusia, tentunya kita mengetahui bagaimana sikap keluarga terhadap kita. Mereka tidak akan membiarkan kita menderita, Dan akan membantu kita dalam kesusahan. Bisa kita bayangkan, bagaimana jika Allah yang menjadi keluarga kita. Dia tidak akan membiarkan kita terlantar di Bumi-Nya.
Apalagi, tingkatan Surga kita tergantung dengan Ayat Qur’an yang kita hafalkan. Perlu kita ketahui, bahwasanya tingkatan Surga itu sejumlah dengan ayat ayat yang ada di dalam Al-Qur’an. Contoh, jika kita hanya menghafalkan Surah Al-Fatihah saja. Maka, kita hanya akan berada dalam Surga yg tingkat ke tujuh. Padahal, tingkatan Surga ada sekitar 6000 tingkatan lebih. Kebayang kan? Bagaimana tingkatan surga kita jika cuma menghafalkan Al-Fatihah saja.
Termasuk keutamaannya, bagi mereka yang menghafalkan Al-Qur’an. Akan mendapatkan jatah memberi syafa’at bagi keluarga mereka yang sudah di “cap” masuk Neraka.
Maka, apakah yang menghalangi kita untuk memulai dari sekarang ?

Bagaimana Menghafalkan Al-Qur’an?

Setelah mendapatkan motivasi menghafalkan Al-Qur’an dan ingin segera memulai. Pasti kita bertanya-tanya.” Bagaimana sih caranya?”.”Apa sih metode yang paling mudah?”

Sebenarnya, ada banyak metode yang bisa kita gunakan. Seperti dengan metode Isyarat ataupun metode menghafal semudah tersenyum. Tapi, yang paling penting dari semua metode itu adalah “Niat” serta “kemauan” kita. Tanpa kedua hal tersebut, menghafalkan Al-Qur’an akan menjadi hal yang sangat sulit. Bahkan, mustahil!

Jadi, kita perbaiki dulu niat kita. Tentunya, niatnya hanya untuk mengharapkan Riho dari Allah atau menghafalkan Al-Qur’an hanya untuk Allah, Bukan yang lain.
Adapun dengan kemauan kita. Yaah, namanya manusia pasti semangatnya naik turun. Dengan menjaga kemauan itu, kita harus Istiqomah. Bagaimana caranya agar bisa tetap Istiqomah? Ingat ingat kembali keutamaan dan ganjaran yang akan kita dapatkan jika menghafalkannya.
Mudah kan? Yang susah itu bauat orang yang malas.

Kalau Lupa, Gimana?

Nah, kalau masalah ini. Rasulullah menegur keras mereka yang menghafalkan Alqur’an lalu melupakannya. Dan hukumnnya juga lumayan serius. Di dalam hadist Rasulullah mengetakan:
“من حفظ القرأن ثم نسيه لقي الله يوم القيامة أجزم ”
“Barangsiapa yang menghafalkan Qur’an lalu melupakannya. Maka dia akan bertemu dengan Allah dengan keadaan kusta”


lupa!!
lupa !!

Kalau masalah lupa itu, pasti hanya dikarenakan malas. Keep Istiqomah!

Jangan Malas!

Hal yang paling membuat banyak manusia gagal adalah kemalasan. Sudah banyak orang orang yang hampir sukses. Tapi, gara gara malas kesuksesan yang tinggal sedikit itu gagal karena kemalasan itu sendiri.


semangat !!
semangat !!

Maka dari itu kita harus berhati-hati dengan sifat berbahaya tersebut agar tujuan yang selama ini kita cita-citakan dapat terwujud.

Mengorbankan Waktu, Kenapa Tidak?

Demi mencapai suatu tujuan dengan hasil yang bagus. Mau tidak mau kita harus mengorbankan sesuatu. Karena, Semakin besar pengorbanan kita, maka semakin besar pula kesuksesan yang akan kita raih.


korbankan waktu
korbankan waktu

Termasuk hal yang bagi kita sangat berharga. Yaitu, “waktu”. Banyak orang sukses dengan mengurangi waktu istirahat mereka. Banyak yang mengorbankan waktu tidur mereka. Demi kesuksesan yang mereka damba-dambakan. Itu dalam masalah dunia!
Kalau Demi Qur’an, Kenapa tidak?

Demikian. Bagi pembaca, semoga bermanfaat.
Sumber : http://darunnajah.com/al-quran-jadikan-hidup-manusia-baik/


Minggu, 03 Juni 2018

Perkembangan Islam pada Masa Kejayaan

      A.Perkembangan Peradaban Islam
                Peradaban Islam adalah bagian dari kebudayaan Islam yang meliputi berbagai aspek seperti moral,kebudayaan,dan ilmu pengetahuan yang luas, yang bertujuan memudahkan dan menyejahterakan hidup manusia di dunia dan di akhirat.

       1.Peradaban Islam pada Masa Dinasti Umayyah          
   Dinasti Umayyah berdiri setelah telah Berakhirnya masa kekhalifan Ali bin Abi Thalib.Khalifah       pertamanya adalah Muawiyah bin Abi Sofyan.wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah meliputi :
1.       Oxus
2.       Punjab
3.       Lahore
4.       Rhodes
5.       Cretta
6.       Afrika  Utara
7.       Aljazair
8.       Tangiers
9.       Spanyol
Kemajuan Islam pada masa ini di antaranya adalah sebagai berikut.

a.Ekonomi
        Pada masa khalifah Muawiyah ,didirikan percetakan uang yang bertuliskan bahasa arab yang terbuat dari perunggu,lalu disempurnakan oleh Khalifah selanjutnya yaitu Abdul malik bin marwan. lalu diresmikannya mata uang resmi pemerintahan islam yang terbuat dari emas,perak dan perunggu. Dalam tatanan ekonomi dan keuangan juga dibentuk jawatan ekspor dan impor,badan perbankan.Dinasti ini juga telah mampu menciptakan senjata-senjata canggih.
b.Sosial dan Budaya
        Telah berkembangnya kebudayaan yang sangat beragam,serta banguanan yang mengambil pola-pola dari bagunan mewah eropa.Kebijakan lain dari pemerintah ini adalah mendirikan lembaga Mahkamah Agung,yang berguna untuk menghakimi para pejabat tinggi  yang melanggar .Di setiap kota terdapat rumah sakit,rumah singgah bagi yatim piatu.
c.Ilmu Pengetahuan
        Di Dinasti Umayyah juga berkembang dengan lumayan pesat

d.Politik
        Politik  telah mengalami kemajuan,sebab diberlakukan undang-undang wajib militer.


2.Peradaban Islam pada masa Dinasti abbasiyah
        Dinasti Abbasiyah berkuasa selama lebih kurang enam abad(132-656 H/750-1258m).                      Dinasti ini didirikan oleh Abul Abbas as-Saffah dibantu oleh Abu Muslim al-Khurasani,hal-                hal yang  membuat dinasti ini menjadi maju.

a.Bidang  Sosila dan Militer
        Pada dinasti ini telah didirikan sebuah masjid dengan memperhatikan keindahan serta                      keseniannya,dan telah terciptanya seni musik.
b.Bidang Politik dan Militer
        Menciptakan sebuah departemen yang bernam Diwanul jundi,yang mengatur semua                       yang  berkaitan dengan kemiliteran dan keamanan.
c.Bidang Ilmu Pengetahuan
        Pada masa ini bermuculan para ahli dalam bidang ilmu pengetahuan,dan seorang astrom                muslim pertama yang bernama Muhammad bin Ibrahim.
d.Bidang Ilmu Agama
        Di Dinasti Abbasiyah berkembang ilmu tasfir dengan lumayan pesat,dengan banyak para                tokoh tasfir yang terkenal.Serta terciptanya buku-buku tentang tasfir yang berjudul Sahih                 Bukhari,sahih Muslim,Al Kutubu Al Sittah.
B.Periodisasi kejayaan Peradaban Islam
        Periode penyebaran Islam dimulai sejak masa Rasulullah saw.pada abad ke-6 m.
1.Periode Klasik
        Pada masa ini merupakan masa ekspansi,integrasi,dan keemasan Islam.Sebelum wafatnya Nabi Muhammad saw,seluruh arah telah tunduk di kekuasaan islam.Serta beberapa negara yang ada di dunia.
2.Periode Pertengahan
        Pada periode ini Islam mengalami kemunduran satu demi satu kerajaan Islam jatuh  ke tangan bangsa Mongol,serta kerajaan Spanyol pun mampu ditaklukan oleh raja-raja kristen.Peradaban Islam kembali bangkit sekitar tahun 1500-1800m.Terdapat 3 kerajaan besar yang menjadi tonggak berjaya peradaban Islam.Kerjaan tersebut adalah Kerajaan Turki Usmani,Kerajaan Safawi Persia,dan kerjaan Mughal di India.

3.Periode Modern
        Periode ini dikatakan sebagai periode kebangkitan Islam yang ditandai dengan berakhirnya ekspedisi Napoleon di Mesir(1789-1801 M).Hal ini membuka mata umat Islam akan kemuduran dan melemahnyaa peradaban Islam di samping kemajuan dan mulai berkuasanya bangsa Barat.Raja dan para pemuka islam mulai berpikir mencari jalan keluar untuk mengembalikan kekuatan Islam.

C.Kontribusi Islam dalam Perkembangan Peradaban Dunia
      Kontribusi besar peradaban islam antara lain:
1.       Sepanjang abad 12 karya kaum muslim telah memperkaya pendidikan dunia barat.
2.      Kaum muslimin telah memberi subangan eksperimental mengenai metode serta teori ke dunia barat.
3.       Sistem notasi dan desimal Arab diperkenalkan kepada dunia barat.
4.       Para ilmuan muslim memperkaya kebudayaan Romawi kuno.
5.       Lembaga-lembaga pendidikan Islam sebagai contoh lembaga pendidikan di Eropa.
6.       Orang Islam dapat mendamaikan akal dengan iman dan filsafat dengan agama.
7.       Sarjana Eropa belajar di lembaga pendidikan Islam.
8.       Ilmuan muslim menyumbangkan pengetahuan tentang rumah sakit,sanitasi,dan makanan kepada Eropa.

D.Nilai-Nilai Luhur pada Masa Kejayaan Islam
      Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari masa kejayaan Islam antara lain :
1.      Hanya dengan kerja jeras dan usah usaha yang maksimal,apa yang kita inginkan akan berhasil.Hal ini dapat dilihat bahwa Islam berkembang dengan baik di berbagai belahan dunia atas usaha yang maksimal umat muslim.
2.      Belajar dengan giat dan terus menerus merupkan kunci meraih kejayaan.
3.      Tidak berputus asa dan terus berusaha berlandaskan pada AL-Qur’an dan Sunah.
4.      Sesama muslim adalah saudara.
5.      Menjadikan perbedaan sabagai rahmat


Sumber:http://anaksekolahan01.blogspot.com/2015/11/ringkasan-perkembangan-islam-pada-masa.html

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT

IMAN KEPADA KITAB-KITAB  ALLAH

A. PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

Iman secara etimologi berasal dari bahasa arab amana-yu’minu-imanan yang  artinya percaya.
Menurut istilah Iman adalah pembenaran dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan
dengan amal perbuatan. Begitu pula dengan kitab yang berasal dari bahasa Arab kataba-yaktubu-kitaban yang artinya buku ,tulisan, ketetapan, surah kiriman dan  hukum (peraturan).

Dalam memahami kitab suci dibagi menjadi dua kategori:
1.   Kitab Suci Samawi , yaitu kitab suci yang bersumber dari wahyu atau firman Allah SWT yang disampaikan melalui Malaikat Jibril kepada rasul yang dipilihNya.
2.   Kitab suci Ardi yaitu kitab suci yang bersumber dari hasil perenungan para tokoh agama , dan bukan yang bersumber dari wahyu atau firman Allah SWT.

Dari pengertian di atas secara terminology iman kepada kitab-kitab Allah adalah
mempercayai dan meyakini bahwa Allah Swt telah menurunkan kitab-kitabnya kepada para Rasulnya agar kitab-kitabnya itu dijadikan sebagai pedoman hidup (
way of life ) umat manusia agar mereka memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
 
Dasar Hukum Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

Firman Allah:
Dan mereka yang beriman kepada Kitab(Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang diturunkan sebelum kamu serta mereka yakin kepada akan datangnya hari akhir ( QS. Albaqarah;4)
QS. AlMaidah : 48  
Hukum Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

Percaya kepada kitab-kitab Allah hukumnya wajib dan termasuk rukun iman yang ketiga. Barang siapa yang tidak mempercayainya maka keimanannya diragukan dan termasuk orang yang tersesat  ( Lihat QS. An-Nisa;136)
....Wahai orang-orang yang beriman tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab Al-Quran yang diturunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa yang ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.( QS. An-Nisa: 136)
 
- Allah juga menurunkan sahifah-sahifah atau lembaran lembaran firman Allah kepada Nabi Ibrahim dan nabi Musa as.

Firman Allah SWT:
صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى

artinya : “yaitu suhuf-suhuf (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa”(Qs.Al A’la:19)

Pembahasan tentang berapa jumlah kitab yang telah Allah turunkan kepada para Rasul-Nya. Rasulullah saw pernah ditanya oleh Abu Dzar. Ya Rasulullah berapakah jumlah kitab yang diturunkan Allah SWT. Rasulullah menjawab sebagai berikut dalam hadisnya: ..seratus empat buah kitab, Allah menurunkan kepada Nabi Syits 50 suhuf, kepada Nabi Khunukh ( idris) 30 suhuf, kepada Nabi Ibrahim 10 suhuf dan kepada Nabi Musa sebelum diberikan kitab Taurat 10 suhuf. Dan Allah menurunkan kitab kitab Taurat, Kitab Injil, kitab Zabur dan Kitab Al-Qur’an. (HR. Ibnu Hibban;362)
 
Pengertian Wahyu
Menurut bahasa wahyu adalah isyarat cepat atau bisikan yang halus. Menurut istilah, wahyu adalah pemberitahuan atau firman Allah swt yang disampaikan kepada Anbiya’(para nabi) dan Aulia’(para wali yaitu hamba Allah SWT yang tulus dan tidak dianggkat sebagai Nabi)
 
Wahyu diturunkan dengan beberapa cara berikut ini :
1. Nabi atau rasul menerima wahyu melalui ilham atau isyarat. Contohnya adalah ketika Nabi Ibrahim as. Menerima perintah untuk menyembelih putranya (Nabi Ismail as)
2. Nabi atau Rasul menerima wahyu dengan mendengar langsung firman Allah SWT. Contohnya adalah ketika Nabi Musa as. diangkat menjadi Rasul.
3. Nabi atau Rasul menertima wahyu dengan cara perantara malaikat Jibril dalam bentuk kata-kata. Contohnya adalah ketika Nabi Muhammad SAW. menerima wahyu pertama.
Wahyu mempunyai beberapa fungsi yaitu :
1.   Wahyu membantu akal manusia dalam mengetahui alam gaib.
2.   Wahyu membantu manusia dalam mengaplikasikan sifat dasarnya sebagai makhuk social.
3.   Wahyu membantu mengetahui sifat-sifat Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, beriman kepada kitab-kitab Allah termasuk rukun iman dan ciri-ciri orang yang bertaqwa atau mutaqin (lihat Qs.Al Baqarah1-4)
 

KITAB-KITAB ALLAH
TAURAT
Taurat, yang diturunkan kepda Nabi Musa as. Firman Allah SWT.
Artinya: “dan kami berikan kepda musa, kitab (Taurat) dan kami jadikan petunjuk bagi bani Israel (dengan firman)”janganlah kamu nengambil (pelindung) selain AKu” (Qs.Al-Isra’:2)
QS. As-Sajdah: 23..” Dan sungguh telah Kami anugerahkan Kitab aurat kepada Musa, maka janganlah engkau Muhammad ragu-ragu menerima Al-Qur’an dan kami jadikan Kitab Taurat  itu petunjuk bagi Bani Israil”

TAURAT
Taurat yang dalam bahasa ibrani disebut thora adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Musa as. Untuk membimbing kaumnya Bani Israil. Jadi Kitab Taurat menggunakan bahasa Ibrani
Taurat adalah salah satu dari tiga komponen yaitu Thora,Nabiin Dan Khetubi’in. tiga komponen ini terdapat dalam kitab suci agama yahudi yang disebut Biblia (Al-Kitab)
Orang-orang Kristen menyebutnya Old Testament (Perjanjian Lama).

Dalam Kitab Taurat ini ada yang berisi kisah keluarnya Bani Israil dari penindasan (Fir’aun) di Mesir dibawah pimpinan Nabi Musa as.kitab ini juga menceritakan keberadaaan Nabi Musa di padang Tiah(semenanjung Sinai)selama 40 tahun untuk berdoa kepada Yahwe(Allah Yang Maha Esa). Dalam doanya Allah menurunkan sepuluh perintah (ten commandments)

Dalam doanya Allah menurunkan sepuluh perintah (ten commandments). Isi sepuluh perintah ( Ten Commandments ) adalah :
1.   Hormati dan cintai satu Allah
2.   Sebutlah nama Allah dengan hormat
3.   Kuduskanlah hari Tuhan(hari sabat,yaitu hari ke-7 setelah bekerja enam hari dalam seminggu)
4.   Hormati ibu dan bapakmu
5.   Jangan membunuh
6.   Jangan bercabul
7.   Jangan mencuri
8.   Jangan berdusta
9.   Jangan ingin berbuat cabul
   10.Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal 

Berikut contoh ajaran Taurat :
Artinya : “hai anak Adam! Aku menciptakan engkau, supaya engkau beribadah kapada-Ku,maka janganlah engkau main-main.”

Isi kandungan kitab-kitab Taurat:
1.   Ajaran Tauhid( mengesakan Allah)
2.   Nasehat-nasehat kebaikan
3.   Hukum-hukum syariah.
4.   Kisah dan sejarah nabi nabi terdahulu.
 
ZABUR
Zabur adalah nama kitab suci yang diberikan kepada Nabi Dawud as. Zabur berasal dari kata zabara-yazburu-zabran yang berarti menulis. Bahasa yang digunakan Kitab Zabur adalah bahasa Qibti. Kitab zabur berisi 150 surah seperti yang dikutip Ali AS-Sabuni dalam kitab Safwah At-Tafasir juz 1 halaman 320. Zabur disebut juga dalam bahasa arab dengan mazmur dan jamaknya mazamur, yang berisi 150 nyanyian yang disenandungkan Nabi Dawud as dengan mengungkapkan semua pengalaman yang dialami pada masa hidupnya seperti dosa, kejatuhan, pengampunan dosa, suka cita atas kemenangannya terhadap musuh allah dan kemulian Allah swt.
Nabi Dawud as menyatakan bahwa inti sari kitab taurat yang berupa sepuluh perintah tetap menjadi pedoman hidupnya, meskipun Allah menurunkan kitab Zabur kepadanya.
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (QS. Anisa 163)
Dalam kitab zabur tidak ditemukan pembahasan tentang hukum, karena masih mengikuti dan meneruskan syariat serta hukum terdahulu pada Nabi Musa as. Isi kandungan Kitab Zabur adalah:
1.   Ajaran Tauhid ( mengesakan Allah SWT)
2.   Kata-kata hikmah
3.   Nasihat-nasihat kebaikan
 


INJIL
Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa as. Binti Maryam. Kitab ini pada intinya berisi ajakan kepada umat Nabi Isa as untuk hidup denganzuhud yaitu menjahui kerakusan dan ketamakam duniawi. Hal itu bertujuan untuk meluruskan pandangan orang- orang yahudi yang bersifat materialistis.
Kitab Injil menggunakan bahasa Suryani .
Dia Isa berkata: “Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab Injil dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.” (QS. Maryam 30).
Kitab Injil yang ada sekarang berbeda dengan Injil asli yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa as.
Dalam bentuknya yang sekarang ada sejumlah pengikut Nabi Isa sa yang memasukakan karanganya kedalam kitab Injil. Mereka adalah Matius, Markus, Lukas dan Yahya. Karena itu Injil tersebut dinamakan sesuai pengarangnya yaitu Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yahya.
Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan Rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah[1460] Padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.( QS. Al-Hadid 27).
Diantara kitab injil ada yang isinya tidak bertentangan dengan Al-Quran yaitu Injil Barnabas tetapi injil ini ditolak oleh umat Nasrani,adapun ajaran Injil Barnabas adalah :
Yesus tidak disalib yang disalib sebenarnya ialah Yudas Iskariat yang telah diserupakan oleh Tuhan(rupa dan suaranya).Yesus sendiri naik ke langit bersama malaikat.
Yesus bukan anak Allah,bukan pula tuhan,tetapi sebagai rasul Allah
Messias (ratu adil atau juru selamat) atau al-masih yamg dinanti-nantikan, bukanlah Yesus,tetapi Muhammad SAW, Nabi dan Rasul Allah yang terakhir.

Putra Ibrahim yang akan disembelih adalah Ismail, bukan Ishaq,seperti yang ada pada perjanjian lama yang ada sekarang.
Isi yang terkandung dalam kitab Injil:
1.   Ajaran Tauhid ( MengEsakan Allah SWT)
2.   Hukum-hukum syariah
3.   Nasihat-nasihat kebaikan
4.   Sejarah nabi-nabi terdahulu
 
AL-QURAN
Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai nabi terakhir, dinamakan Al Quran karena sebagai kitab suci yang wajib dibaca, dipelajari dan merupakan ajaran-ajaran wahyu terbaik.
Al-Quran adalah kitab terakhir dan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Lihat QS . Almaidah : 48 ( sudah dihafalkan)
Al Quran pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW ketika beliau sedang bertafakur digua hira pada tanggal 17 Ramadan bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 632 M sejak itu, tanggal 17 Ramadhan diperingati sebagai nuzulul quran oleh umat Islam sedunia.
Al Quran diturunkan secara berangsur angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Tujuan dIturunkannya Al Quran secara berangsur-angsur adalah:
1.   Agar mudah dimengerti dan dilaksanakan oleh umat Islam
2.   Lebih mengesankan dan lebih berpengaruh dihati
3.   Agar lebih mudah dihafalkan
4.   Memberikan jawaban atas pertanyaan atau panolakan terhadap suatu pendapat atau perbuatan.
Beberapa nama lain dari AL Quran adalah Al-Kitab (ketetapan atau tulisan) lihat Qs. Al Baqarah : 2, Al Furqan (pembeda atau membedakan antara yang hak dan yang batil) lihat Qs Furqan: 1, dan Az Zikr (peringatan bagi umat manusia) lihat Al Hijr ayat 9

Kedudukan Al Quran terhadap kitab-kitab Allah yang lain adalah:                     
Al Quran menghapus (nasakh) kitab-kitab Allah sebelumnya baik dari segi redaksi maupun hokum-hukum yang terkandung dadalamnya.
Hukum-hukum yang terdapat dalm kitab-kitab sebelumnya khusus untuk umat saat itu saja. Al Quran adalah sumber memutuskan perkara diantara manusia yang beraneka ragam agama (lihat an Nisa 105)
Hukum dalam Al Quran berlaku untuk siapa saja dan kapan saja,sedangkan kitab sebelumnya hanya untuk masa itu saja.
Al Quran selalu dijaga kebenaranya oleh Allah SWT (Qs. Hijr, 9)
“ Sesungguhnya Kamilah Yang menurunkan Al-Quran dan pasti Kami yang memeliharanya (menjaganya) “
Isi Al-Quran lebih lengkap daripada kitab-kitab sebelumnya.
Al-Quran sebagai batu ujian terhadap kitab-kitab sebelumnya.


Isi kandungan Al-Quran:
1.   Akidah ( Keyakinan)
2.   Syariah ( hukum ) baik yang berkatan dengan ibadah atau muammalah
3.   Akhlak (etika )
4.   Kisah-kisah umat terdahulu
5.   Berita-berita tentang masa yang kan dating (akherat)
6.   Prinsip dan dasar hukum-hukum yang berlaku bagi alam semesta termasuk manusia.
 
Sikap yang mencerminkan keimanan kepada kitab-kitab Allah
1.   Meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya . Tidak Hanya Al-Quran , tetapi kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya yaitu Taurat, Injil dan Zabur.
2.   Meyakini bahwa semua rasul-rasul  yang diutus ke bumi adalah mengajarkan ajaran pokok yang sama yaitu tauhid atau mengeskan Allah SWT
3.   Meyakini bahwa Al-Quran adalah kitab suci yang paling terakhir dan paling sempurna dari kitab-kitab sebelumnya dan berlaku sampai hari kiamat.
4.   Membaca kitab suci Al-Quran setiap waktu dan menjadikan sebagai tuntunan dan pedoman hidup.
5.   Memahami makna yang terkandung di dalam Al-Quran agar mampu mengambil pelajaran.
6.   Mengamalkan apa yang disampaikan Al-Quran baik melaksakan perintahNya dan menjauhi Larangan-Nya

Hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah:
1.   Mendapatkan kesempurnaan imandan terbebas dari kesesatan.
2.   Menambah keyakinan kepada Allah SWT telah mengutus para rasulnya untuk menyampaikan risalahnya.
3.   Menjadikan kehidupan manusia di dunia tertata, karena adanya hukum yang bersumber pada kitab suci.
4.   Menambah keyakinan adanya kesamaan visi dan misi para rasul untuk menyampaikan ajaran tauhid atau mengesakan Allah SWT
5.   Menambah keyakinan bahwa Islam adalah agama penyempurna dari risalah para rasul sebelumnya.
6.   Menambah motivasi dalam beribadah dan menjalankan kewajiban2 agama.
7.   Menambah sikap otimis untuk meraih kesuksesan dunia dan akherat




sumber : http://pendidikan-agama-islam-sma.blogspot.com/2015/11/iman-kepada-kitab-kitab-allah.html